Selasa, 18 Maret 2014

Untuk Baba






Kau si penggerak kuas penikmat cat


Yang berpikir dengan kanfas dan bernafas dengan warna


Kau si pembual kelas wahid


Yang tanpa izin tlah pamit


Membiarkanku tersesat di antara kertas, tinta, kuas dan kanvas


Yang membiarkanku membusuk di oase penuh cabang


Sedangkan kau hanya berteriak dari luar bingkai dan kertas.





Kau si pelepas yang tak mengharap apa yang ku pilih


Kanvas atau kertas


Pena apa kuas


Kau





Kau yang menodai jemariku dengan cat dan kuas


Lelaki yang mengajarkanku menodai kertas dengan tinta.


Yang meniupkan kertas dan pena ke dalam nyawa


Juga warna dan prana dalam nafas.








Kau si penggerak kuas penikmat cat


Yang berpikir dengan kanfas dan bernafas dengan warna





Kau si penggerak kuas pemilik kanvas


Yang menggabungkan daging dan tulang belulang


Pewujud darah menjadi nyawa


Penyembunyi warna dunia dalam kanvas





Kau si pembias gerak huruf di atas kertas


Penjebak dalam dunia garis,dan huruf


Mengurung dalam hangat bingkai dan laku





Ini Tentang kau


Si helai-helai aur kuas


Wujud pencipta yang membuat  warna dan rasa


Kuas, tinta, kanvas dan kertas





Ambon-23-02-014


M Noer’z


Image By : hasan2u.blogspot.com

PARA PEMBUAL KAKI LANGIT



Ada buih di jalanku, yang membuat hanyut terhempas dalam sketsa aliran
Disetiap lekuk batu dan cadas kutitipkan rasa menderu tentang cinta yang tak dimengerti

Seribu cinta dalam dekap mata pena mengalir
Tergerai menutup sembilu yang lama buat hati nyilu
Namun kemudian mati;pucat pasi

Akh...
digoreskan lagi tinta tentang dahaga yang merogoh kantung kemaluan pertiwi

Seribu cinta dalam dekap mata pena kembali mengalir
Basahi persada, nodai kubah-kubah realita
Dalam refleksi warna luka tiada tara

Panggilkan kepadaku semua para pembawa tarian tinta itu
Mereka yang melukis kata;yang katanya atas nama hati, cinta dan kemanusiaan
Mereka yang bercerita tentang aku
Seakan akan-akan mereka mengerti rasa ini
Seperti mereka tahu luka ini
Laksana
Bagaikan
Seperti….

Mereka bilang aku akan dijadikan hijau
Namun bagiku hijau itu adalah warna dosa

Kata siapa??
Pasti itu pikirmu
Pikir kau
Kalian…

Yah, lantaran kata itu, “hijau” adalah kata kebohongan
Yang diucapkan kalian para pendusta berwarna hitam.

Mereka bilang aku akan dijadikannya biru
Namun bagiku biru itu adalah kedalaman
Dan aku tak ingin tenggelam

Kata siapa??
Pasti itu pikirmu
Pikir kau
Kalian…

Yah, lantaran kata itu, “biru” adalah kata dusta
Yang diucapkan para pemilik jari kelam.

Hatimu hitam
Kau, kau..
Kalian para binatang berbaju hijau yang menukik di kedalaman biru.

Kalian memujaku dari bawah kaki langit
Aku akan memuja kalian
Dengan luka yang kalian titip

Kukirim banjir darah
Kutebar badai air mata
Kubakar hijau dan biru yang kalian janjikan

Tertawalah, sebab ini adalah hari terakhir
Dimana kalian para penghuni kaki langit
Akan ku kubur
Di bawah langit


Ambon 2 Feb 2014
M Noer’z


Image By : galib-aja.blogspot.com